Sabtu, 31 Januari 2015

artikelku seringkali kebaikan Allah itu

Sering kali kebaikan Allah itu, kita pandang dari sudutnya yg materi, Allah itu baik kalo kita punya harta yang banyak, tanah yang luas, pabrik yang dimana-mana, sementera kalau cuma sekedar itu kebaikan Allah, terlalu sedikit orang yang mendapatkannya, padahal kebaikan Allah tidak pernah berhenti, dan meliputi seluruh mahluk di dunia ini, bahwa kita diberikan harta yang banyak itu kebaikan Allah, diberikan tanah yang luas itu kebaikan Allah, diberi pabrik dimana-mana, itu kebaikan Allah,
Kaum muslimin jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah SWT.

Mari kita renungkan sebuah hadits dimana baginda Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “ada empat hal siapa yang oleh Allah diberikan keempat hal ini, sungguh dia telah diberikan kebaikan dunia dan sekaligus diberikan kebaikan akhirat, ini berarti kalau orang yang mendapat kebaikan didunia belum tentu baik juga berbuntut baik di akhirat, apa empat perkara ini : yang pertama Qolban Syakiron “orang yang oleh Allah diberikan hati yang pandai bersyukur”, ada ungkapan hatiku adalah rumahku, kalau luas hati rumah yang kecil besar rasanya, kalau sempit hati rumah yang besar kecil jadinya, kalau hati sempit rumahpun kecil kiamat namanya, orang yang hatinya pandai bersyukur, bisa mensyukuri nikmat, dan dengan dia bersyukur semakin bertambah nikmat itu kepadanya, banyak orang kaya harta tapi miskin hati, ini gejala jaman kita sekarang, ditengah gemerlapnya harta dia tidak tau mau diapakan harta yang banyak itu, orang2 syufi menjelaskan kaya itu ada dua kaya majazi dan kaya hakiki, yang disebut kaya majazi adalah lahirnya dibaluti harta tapi hatinya miskin, hidupnya sudah serba ada tapi dia masih merasa kurang, rumahnya sudah titik air liur orang melihatnya tapi dia merasa belum apa-apa, mobilnya berdecak orang kagum melihatnya tapi dia rasakan itupun masih belum, maka dia selalu miskin, orang yang diberikan hati yang kaya sungguh sebuah kebaikan, hati yang kaya hati yang luas, kalau hati luas tandanya dua : bisa mensyukuri nikmat dan tidak mengingkari apa yang diberikan kepadanya, tapi orang yang hatinya sempit biasanya tidak pandai mensyukuri nikmat, dan lebih celaka lagi tidak seneng lihat orang lain mendapat nikmat, sudah tidak bisa mensyukuri nikmat tidak seneng lihat orang lain mendapat nikmat, disiksa oleh perasaan sendiri begitu orang yang miskin hatinya, orang yang diberikan hati yang pandai bersyukur, sudah diberikan kebahagiaan dunia dan kebaikan akhirat, yang kedua walisanan zakiro, orang yang diberikan lidah pandai berzikir, menyebut nama Allah dalam arti yang seluas-luasnya, bertasbih, bertahmid, tahlil adalah zikir tapi ada fenomena lain, melihat apapun yang mengagungkan dia kembali kepada sang maha pencipta itupun zikir, melihat semesta jagat raya, melihat bintang gemintang bertaburan diangkasa, melihat lautan luas terhampar biru membentang, melihat gunung tinggi menjulang keangkasa, semuanya mengingatkan dia kepada Allah itupun zikir, diberikan lidah yang pandai berzikir, mengingat Allah dalam segala keadaan, dan bukankah islam mengajarkan seperti itu, dari hal-hal yang paling kecil, memulai suatu pekerjaan Bismillah, melihat sesuatu yang hebat Masya Allah, melihat sesuatu yang luar biasa Subhanallah, terkejut Astaghfirullah, berjanji Insya Allah, semua dikaitkan dengan Allah, inilah zikir itu, hidup yang larut dalam alur ketuhanan, yang ketiga wafadnan alal bala isyobir beruntung orang diberikan kebaikan orang kalau dia dikaruniai badan,  yang tegar menghadapi bencana tegar menghadapi cobaan, kuat menghadapi tantangan, tantangan itu penting, sebab kalau tidak ada tantangan kitakan tidur, cobaan juga kita perlukan, tapi kalau kita tidak sanggup menahannya, larut oleh cobaan itu kita akan kalah karenanya, orang yang baik diberikan kebaikan dunia akhirat punya badan yang tegar menghadapi cobaan, apa cobaan Allah. ada dua macam : satu ayat menjelaskan : Wanablukum bil khoiri wasyari, kami akan coba, kami akan puji kamu dengan yang baik dengan yang tidak baik, dengan yang enak dan dengan yang tidak enak, dengan yang senang dan dengan yang tidak menyenangkan, bukan Cuma sakit cobaan itu, sehatpun ujian, bukan Cuma miskin ujian kayapun cobaan, bukan Cuma tidak punya jabatan cobaan naik pangkatpun ujian, kita ini yang namanya ujian kan yang tidak enak saja kalau sudah sakit ya Allah sedang diuji, sehat lupa daratan, miskin ujian setelah kaya lupa bahwa itu juga ujian, banyak orang lulus ketika diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal meratakan setelah diuji dengan kekayaan, ketika miskin dia hamba Allah, setelah kaya dia pindah menjadi hamba harta, bukankah sejarah syarat dengan contoh, lanufariku baina ahadim mirusulih, kami tidak membeda-bedakan para rasul, tidak ada rasul yang dianak emaskan, semuanya diuji, semuanya ditempa, semuanya digembleng, semuanya tegar seperti batu karang ditengah samudra, walau tiap hari dihempas ombak, dihantam gelombang dia tetap berdiri dengan tegar, begitulah orang yang diberikan kebaikan oleh Allah, lain dengan orang yang loyo, sedikit kena kesulitan seperti ayam sampar, kerangkap tumbuh dibatu hidup segan matipun tak mau, apa yang bisa kita lakukan, kalau dasar hidup kita sudah loyo, hidupun ini adalah cobaan, semakin tinggi kualitas keimanan, semakin berat cobaan itu, semakin kokoh berpegang kepada agama, semakin kuat pula cobaan datang menerpa, yang terahir wazaojatan sholihatan diberikan istri yang sholehah, pendamping, tidak ada suami bisa sukses jadi apa pun dia,  tanpa peran serta dan dukungan istri itu sebabnya baginda rasul menikah dengan sayidatuna Khodijah, apa yang jadi pertimbangan beliau, mengawini seorang janda yang umurnya lima belas tahun lebih tua dari beliau, tapi jelas baginda Rasul bukan Cuma sekedar mencari seorang istri beliau juga mencari seorang pendamping, apa bedanya ini, tiap perempuan bisa jadi istri, tapi tidak tiap istri bisa jadi pendamping, itu dibuktikan dalam sejarah, orang belum beriman Khodikah Iman, orang lain memusuhi nabi Khodijah mengorbankan hartanya untuk membantu perjuangan nabi, saat nabi terkena kesulitan Khodijah tampil jadi penghibur Khodijah tampil jadi pembela, ketika pertama berhadapan dengan Malaikat Jibril menyampaikan wahyu, Rasulullah gemetar seperti orang demam, kembali kerumah damiluni Khodijah “selimut saya Khodikah selimuti” kenapa wahai suamiku “barusan turun Jibril saya khawatir Khodijah, Khodijah sebagai istri yang bijak pendamping yang baik beliau tampil “kalla mayuhzikallahu abada “janganlah engaku khawatir Allah tidak akan menyusahkan selamanya”.

artikelku trunyuhnya hati

Yang dimuliakan oleh Allah hamba-hamba yang dimudahkan langkah kakinya untuk melaksanakan kewajiban sholat jum’at yang semoga senantiasa dimuliakan oleh Allah SWT, sadari bahwa saat ini anda dipilih oleh Allah, bersyukurlah kepada Allah, yang telah membawa anda ketempat ini memberikan hati anda keinginan, memberikan anda kesempatan untuk menghadiri sholat jum’at yang ini adalah wajib bagi anda yang tanpa udzur dan kemudahan ini adalah dari Allah artinya anda dipilih oleh Allah untuk mendapatkan kemuliaan ini, akan tetapi tidak cukup, dan tidak cukup kita merasakan bahwa ini nikmat untuk kita akan menjadi sempurna nikmat ini kalau kita bisa merasakan bahwa di luar sana ada hamba-hamba Allah yang wajib melaksanakan sholat  jum’at akan tetapi mereka tidak tergerak hatinya untuk pergi ke mesjid ini maka mereka harus hadirkan dalam do’a kita jangan cukup berbangga dengan ibadah anda jangan berbangga dengan keberangkatan anda kemasjid ini jika belum trenyuh disaat hamba Allah belum bisa melakukan sholat jum’at maka hati anda masih mati, disaat anda melewati jalan-jalan masih ada hamba-hamba yang tidak tergerak untuk tidak sholat jum’at apa yang ada di hati anda, jika hati anda belum trenyuh belum iman yang sesungguhnya hati anda, tanda kesempurnaan iman kita adalah tidak cukup kita ibadah akan tetapi disaat melihat hamba Allah yang belum bisa melaksanakan kewajiban hati kita terbakar hati kita trenyuh dan ini yang harus kita hidupkan saat ini, maka mari kita lintaskan do’a-do’a dan barangkali diantara mereka ada yang mendengar  suara ini, Ya Allah ada diantara hamba-hambamu saat ini wajib untuk mereka melaksanakan sholat jum’at tetapi mereka tidak melaksanakan sholat jum’at ya Allah kami mohon berikan kepada mereka kesadaran, sungguh kami tidak rela jika engkau hukum mereka di neraka karena meninggalkan sholat jum’at, ya Allah berikan kemudahan bimbingan kepada mereka yang saat ini tidak melaksanakan sholat jum’at dan jadikanlah jum’at yang akan datang menjadi ahli jum’at

artikelku khutbah jum'at kebaikan Allah

Puji syukur atas rahmat Allah SWT atas rahmat kebaikan demi kebaikan, kemurahan-Nya yang maha luas dan selalu diberikan kepada segenap alam, mahluk hidup, sholawat salam atas baginda nabi Muhammad SAW, atas kemuliaan dan kerendahan hatinya, yang kita harapkan berkah dan syafaatnya.
Kaum muslimin jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah SWT.
Sering kali kebaikan Allah itu, kita pandang dari sudutnya yg materi, Allah itu baik kalo kita punya harta yang banyak, tanah yang luas, pabrik yang dimana-mana, sementara kalau cuma sekedar itu kebaikan Allah, terlalu sedikit orang yang mendapatkannya, padahal kebaikan Allah tidak pernah berhenti, dan meliputi seluruh mahluk di dunia ini, bahwa kita diberikan harta yang banyak itu kebaikan Allah, diberikan tanah yang luas itu kebaikan Allah, diberi pabrik dimana-mana, itu kebaikan Allah,
Kaum muslimin jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah SWT.
Mari kita renungkan sebuah hadits dimana baginda Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “ada empat hal siapa yang oleh Allah diberikan keempat hal ini, sungguh dia telah diberikan kebaikan dunia dan sekaligus diberikan kebaikan akhirat, ini berarti kalau orang yang mendapat kebaikan didunia belum tentu baik juga berbuntut baik di akhirat, dua diantaranya : yang pertama Qolban Syakiron “orang yang oleh Allah diberikan hati yang pandai bersyukur”, ada ungkapan hatiku adalah rumahku, kalau luas hati rumah yang kecil besar rasanya, kalau sempit hati rumah yang besar kecil jadinya, kalau hati sempit rumahpun kecil kiamat namanya, orang yang hatinya pandai bersyukur, bisa mensyukuri nikmat, dan dengan dia bersyukur semakin bertambah nikmat itu kepadanya, banyak orang kaya harta tapi miskin hati, ini gejala jaman kita sekarang, ditengah gemerlapnya harta dia tidak tau mau diapakan harta yang banyak itu, orang2 syufi menjelaskan kaya itu ada dua kaya majazi dan kaya hakiki, yang disebut kaya majazi adalah lahirnya dibaluti harta tapi hatinya miskin, hidupnya sudah serba ada tapi dia masih merasa kurang, rumahnya sudah titik air liur orang melihatnya tapi dia merasa belum apa-apa, mobilnya berdecak orang kagum melihatnya tapi dia rasakan itupun masih belum, maka dia selalu miskin, orang yang diberikan hati yang kaya sungguh sebuah kebaikan, hati yang kaya hati yang luas, kalau hati luas tandanya dua : bisa mensyukuri nikmat dan tidak mengingkari apa yang diberikan kepadanya, tapi orang yang hatinya sempit biasanya tidak pandai mensyukuri nikmat, dan lebih celaka lagi tidak seneng lihat orang lain mendapat nikmat, sudah tidak bisa mensyukuri nikmat tidak seneng lihat orang lain mendapat nikmat, disiksa oleh perasaan sendiri begitu orang yang miskin hatinya, orang yang diberikan hati yang pandai bersyukur, sudah diberikan kebahagiaan dunia dan kebaikan akhirat,
Kaum muslimin jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah SWT.

yang kedua walisanan zakiro, orang yang diberikan lidah pandai berzikir, menyebut nama Allah dalam arti yang seluas-luasnya, bertasbih, bertahmid, tahlil adalah zikir tapi ada fenomena lain, melihat apapun yang mengagungkan dia kembali kepada sang maha pencipta itupun zikir, melihat semesta jagat raya, melihat bintang gemintang bertaburan diangkasa, melihat lautan luas terhampar biru membentang, melihat gunung tinggi menjulang keangkasa, semuanya mengingatkan dia kepada Allah itupun zikir, diberikan lidah yang pandai berzikir, mengingat Allah dalam segala keadaan, dan bukankah islam mengajarkan seperti itu, dari hal-hal yang paling kecil, memulai suatu pekerjaan Bismillah, melihat sesuatu yang hebat Masya Allah, melihat sesuatu yang luar biasa Subhanallah, terkejut Astaghfirullah, berjanji Insya Allah, semua dikaitkan dengan Allah, inilah zikir itu, hidup yang larut dalam alur ketuhanan.

artikelku hawa nafsu

SALAH SATU KELEBIHAN MAKHLUK YANG BERNAMA MANUSIA YAITU BAHWA ALLAH SWT MENGHIASI HIDUPMANUSIA  INI DENGAN SYAHWAT ATAU YANG LAZIMNYA KITA SEBUT HAWA NAFSU, INILAH TENAGA YANG MENCIPTKAN DAYA DORONG DINAMIKA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA YANG MENJADIKAN TERUS MENURUS PERKEMBANGAN DALAM SEJARAH PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA, HAWA NAFSU BISA MELAMBUNGKAN SESEORANG KEPADA PUNCAK KEJAYAAN DAN HAWA NAFSU DAPAT MENENGGELAMKAN SESEORANG KEDALAM JURANG KEHANCURAN YANG PALING DALAM PADA SURAH AL IMRON AYAT 14 ALLAH SWT BERFIRMAN : AUDZUBILLAHI MINASYAITONNIRROJIM :
z`Îiƒã Ĩ$¨Z=Ï9 =ãm ÏNºuqyg¤±9$# šÆÏB Ïä!$|¡ÏiY9$# tûüÏZt6ø9$#ur ÎŽÏÜ»oYs)ø9$#ur ÍotsÜZs)ßJø9$# šÆÏB É=yd©%!$# ÏpžÒÏÿø9$#ur È@øyø9$#ur ÏptB§q|¡ßJø9$# ÉO»yè÷RF{$#ur Ï^öysø9$#ur 3 šÏ9ºsŒ ßì»tFtB Ío4quysø9$# $u÷R9$# ( ª!$#ur ¼çnyYÏã ÚÆó¡ãm É>$t«yJø9$# ÇÊÍÈ  

MARI KITA PERHATIKAN AYAT INI LEBIH DEKAT LAGI, ALLAH SWT MENJELASKAN “MAKHLUK MANUSIA ITU DIHIASI DENGAN HAWA NAFSU DENGAN KATA LAIN HAWA NAFSU ADALAH PERHIASAN MANUSIA TANPA HAWA NAFSU SAMA SAJA DENGAN ORANG YANG TIDAK BERHIAS MONOTON, TIDAK PUNYA PERKEMBANGAN GERAK DALAM KEHIDUPANNYA, TETAPI KALAU HAWA NAFSU ADALAH PERHIASAN MAKA JIKA KITA BERBICARA SOAL PERHIASAN ADA 2 HAL YANG MENJADI CATATAN POKOK, PERTAMA KAPAN SUATU PERHIASAN BOLEH KITA PAKAI YANG KEDUA DIMANA PERHIASANA ITU KITA PAKAI KALAU SAUDARA BERDANDAN DENGAN RAPI, PAKAI CELANA JAS PAKAI DASI SEGALA MACAM TAPI SAUDARA LAKUKAN PADA SAAT SAUDARA PERGI KE WC MAKA SAUDARA SUDAH MEMAKAI PERHIASAN TIDAK PADA WAKTU YANG TEPAT BEGITUPUN SEBALIKNYA KALAU JAM TANGAN SAUDARA PAKAI DI KAKI KOPIAH SAUDARA PASANG DI KAKI LALU SEPATU NAIK KE ATAS JIDAT MAKA SAUDARA MEMAKAI PERHIASAN TIDAK PADA TEMPATNYA YANG TEPAT, DEMIKIAN JUGA SIFAT YANG BERNAMA NAFSU KAPAN  DIA BOLEH DIPERTURUTKAN DIMANA DIA BOLEH DISALURKAN ADALAH TUGAS DARI AGAMA UNTUK MENGATUR SYAHWAT ATAU HAWA NAFSU, LIHATLAH KEHIDUPAN MALAIKAT, MALAIKAT MAKHLUK YANG DICIPTAKAN ALLAH TANPA HAWA NAFSU MAKA KEHIDUPAN MALAIKAT MONOTON, MALAIKAT TIDAK PUNYA PERADABAN DAN KEBUDAYAAN MALAIKAT DICIPTAKAN SECARA INGSTINSIF UNTUK BERBAKTI TIDAK PUNYA ALTERNATIF ATAU PILIHAN LAIN, ADA MALAIKAT SEJAK DICIPTAKAN UNTUK SUJUD “SUJUD SAJA SAMPAI SEKARANG NGGA BANGUN-BANGUN” ADA MALAIKAT SEJAK DICIPTAKAN DIPERINTAHKAN UNTUK BERTASBIH “TASBIH SAJA” YANG LAIN TIDAK, ADA MALAIKAT YANG SEJAK DICIPTAKAN DIPERINTAHKAH NYABUT NYAWA “NYAWA SAJA URUSANNYA” YANG LAIN TIDAK PEKERJAANNYA MONOTON TETAPI MEMANG TIDAK ADA HAWA NAFSU TIDAK ADA KECENDERUNGAN MALAIKAT UNTUK NYELEWENG, BELUM PERNAH KITA DENGAR MISALNYA ADA MALAIKAT JIBRIL KORUPSI AYAT, KITA BELUM PERNAH DENGAR MALAIKAT MAUT KELIRU MENCABUT ORANG YANG BELUM WAKTUNYA MATI “BELUM PERNAH” MALAIKAT ITU IBADUN MUKROMUN LAYASUNALLAHA FIMA AMAROHUM WAYAFALUNA MA YU MARUN, MAKA KEHIDUPAN MALAIKAT ADALAH MONOTON DINAMIKA


artikelku Mensyukuri Kesehatan

Kesehatan adalah modal paling utama dalam hidup ini, kita hanya bisa beraktifitas melakukan berbagai kegiatan dalam hidup ini hanya karena kita memiliki sesuatu yang beranama sehat
Kecenderungan kita adalah baru merasakan pentingnya suatu nikmat kalau dia sudah berkurang atau akan hilang sama sekali dari diri kita, kita baru merasakan pentingnya gigi kalau sedang sakit gigi, kita baru merasakan pentingnya telinga kalau sudah tuli, kita baru merasakan benar-benar nikmatnya mata kalau sudah diserang penyakit buta, sepanjang dia ada normal kita kadang-kadang kurang menjaga dan memeliharanya padahal al qur’an telah mengingatkan kita laingsyakartum laazidanakum walaingkafartum innaadzabi ladzadid, kalau kamu bersukur dalam artian menjaga nikmat menjaga karunia yang diberikan Allah kepadamu, Aku akan tambah nikmat itu kepadamu, tapi kalau kamu ingkar kamu tidak pandai bersyukur kamu tidak pandai menjaga dan memelihara nikmat itu, awas azabku itu akan pedih adanya, begitulah kesehatan ini menjadi modal utama kita melaksanakan ibadah kepada Allah, dan semuanya bisa kita lakukan kalau kita mempunyai sesuatu yang bernama sehat,

Lawan sehat adalah sakit, kita manusia terdiri dari dua elemen pokok jasmani dan rohani kada kita kehilangan keseimbangan, berpayah-payah mengurus rohani berpayah-payah kita mengurus jasmani satu hari kita mandikan 3 x jasmani kita kita berikan pakaian yang bagus-bagus parfum yang wangi-wangi acesoris yang mahal-mahal untuk keindahan jasmani, pernakah kita berfikir seperti itu untuk menambah keindahan rohani kita, kita hiasi dengan sifat-sifat yang baik dengan sabar, dengan ikhlas dengan tawadu dengan tasamu lapang dada dan sebagainya, begitu juga kalau kita bicara penyakit kita sibuk kalau diserang penyakit jasmani tetapi sesibuk itukah kalau rohani kita yang diserang penyakit.

Al imamu Al Ghozali membagi penyakit menjadi dua macam yang pertama penyakit dzohir dan yang kedua penyakit batin penyakit rohani, apa perbedaan dari kedua penyakit ini, yang pertama penyakit dzohir banyak dokternya apalagi dizaman spesialisasi sekarang ini, penyakit jantung ada dokternya penyakit paru-paru ada dokternya, ginjal ada dokternya, kulit ada dokternya, penyakit dzohir banyak sekali dokternya, tapi penyakit batin dokternya hanya agama dan kemauan yang kuat dari orang yang punya penyakit itu untuk mengobati diri, sulit cari dokter yang bisa mengobati penyakit sombong, cari dokter yang bisa ngobati penyakit kikir cari dokter yang bisa ngobati penyakit angkuh, bakhil, agama dan kemauan yang kuat dari orang yang dihinggapi penyakit itu untuk memperbaiki diri melalui riyadhoh latihan-latihan, yang kedua kata Al Ghozali ini lebih aneh, penyakit dzohir yang empunya penyakit lebih tahu dari orang lain, sedangkan penyakit batin sering orang lain lebih tahu dari yang punya, kalau kita sombong kita anggap sikap kita wajar saja, kalau kita diserang penyakit pelit kita tidak merasa kita anggap wajar saja kalau kita diserang penyakit hasud kita anggap wajar saja, orang lain yang tau, karena itu sahabat Umar bin Khatab RA. Kerap kali kalau berkumpul seringkali bertanya “hai kau lihat saya sombong apa tidak, kau lihat saya pelit apa tidak, kau lihat pada tingkah laku saya ada tanda-tanda kekafiran atau tidak” kalau orang lain memberi tahu itu kepada beliau bukan main senangnya hati beliau tidak jarang yang memberi tahu itu, diberikan hadiah oleh beliau ini bedanya kita dengan sayidina Umar,


kita diberi tahu orang,Marah bukan main kenapa gue lu urusin diri lu aja beresin, jangankan kita mau bertanya melakukan instropeksi tentang kekurangan-kekurangan kita, diberi tahu orangpun kadang-kadang kita salah terima, inilah penyakit batin itu, dan yang ketiga dan ini yang paling dahsyat sehebat-hebatnya penyakit dzohir penyakit jasmani dia hanya merusak dunia paling-paling mati gitu saja, tapi penyakit batin penyakit rohani kalau diserang merusak dunia menghancurkan akhirat, kita diserang kangker mati, resiko dunia saja, kena ginjal mati, paru-paru mati, darah tinggi mati, tapi tidak berarti buah akhirat maksudnya tidak ada nanti penduduk akhirat ditanya kenapa kamu masuk neraka, kangker pa” ngga ada kenapa kamu masuk neraka “Tumor Pa” juga tidak yang menyebabkan masuk neraka itu penyakit ruhani jadi kata Al Ghozali penyakit rohani kalau diserangnya kita rusaklah dunia hancurlah akhirat, kita diserang penyakit sombong didunia dikucilkan dari pergaulan di akhirat jelas juga tempatnya, kita diserang penyakit kikir bin pelit di dunia siapa yang mau bergaul dengan orang pelit walauupun kita sendiri kadang-kadang pelit diakhirat juga tempatnya jelas, hasud iri hati menggrogoti amal sendiri, di dunia kita sulit hidup karena senang lihat orang susah dan susah lihat orang senang itukan tandanya hasud, iri dengki, di dunia saja sudah susah hidup di akhirat jelas juga tempatnya, kalau diserang penyakit dzohir cepat-cepat kita lari ke dokter tidak ada uang berhutang pinjampun maulah, deserang demam flu diserang segala macam penyakit dzohir, panik cepat pergi ke dokter atau paling tidak ke puskesmas yang terdekat puskesmas tidak berhasil cari rumah sakit umum, rumah sakit umum masih gagal cari dokter spesialis tidak ada ongkos jual apa yang bisa dijual, karna kita tidak mau diserang penyakit jasmani, tapi kalau diserang penyakit rohani kata Al Ghozali sering kali kita tenang-tenang saja padahal diserang penyakit rohani itu celaka dunia hancur akhirat kita sehingga beliau menghimbau kalau kita bersungguh-sungguh mengobati penyakit jasmani yang kalau diserang hanya merusak kehidupan dunia betapa kita tidak bersungguh-sungguh mencari obat penangkal penyakit yang kalau diserangnya kita rusaklah dunia hancur akhirat.